BAB 1
PENDAHULUAN
HAKIKAT
DAN RUANG LINGKUP ISBD
Kompetensi Dasar
Mengidentifikasikan
perlunya ISBD sebagai mata kuliah
MBB sebagai solusi
problem social budaya.
Ilmu
budaya adalah suatu ilmu pengetahuan mengenai aspak-aspek yang paling mendasar dalam
kehidupan manusia sebagai makhluk budaya. Dan masalah-masalah yang menyertai,
sering disebut sebagai humanities yang merupakan pengetahuan yang diharapkan
dapat memberikan pengetahuan tentang konsep-konsep yang dapat digunakan untuk
masalah-masalah manusia dan budaya.
A.
Pengertian
Ilmu Sosial Budaya Dasar
Sebagai
inetgrasi Imu Sosial Budaya Dasar (ISBD) memberi dasar-dasar pengetahuan social
dan konsep-konsep budaya kepada manusia sehingga mampu mengaji masalah social
dan bud
aya secara arif. ISBD
sebagai kajian masalah sosial, ISBD bukanlah suatu disiblin ilmu yang berdiri
sendri, melaikan hanyalah suatu pengetahuan, mengenai aspek-aspek yang paling
dasar yang ada dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sasialyang budaya, ilmu
sosial budaya dasar (ISBD) adalah sebagai integrasi ISD dan IBD yang memberikan
dasar-dasar pengetahuan sosial dan konsep-konsep dan budaya kepada mahasiswa
sehingga mampu mengajikan masalah-masalah sosial dan kemanusiaan dan budaya,
selanjutnya mahasiswa peka, tanggap, kritis, serta berempati atas solusi
pemecahan masalah sosial budaya secara arif. ISBD sebagai kajian sosial,
kemanusiaan dan budaya sekaligus pula memberikan dasar pendekatan yang
bersumber dari dasar-dasar ilmu sosial terintegrasi, yang budaya dan
masalah-masalah yang terwujud dari padanya.
B.
Lantar
Belakang Pentinya ISBD
Ada
4 (empat) landasan yang membelakangi pentinya dalm mempelajari ISBD yaitu:
1.Landasan
Historis
a.
Nenek moyang kita beragam terbukti dengan peninggalan sejarah.
b.Memiliki
warisan dan beradaban tinggi.
c.Bangsa
Indonesia dikenal sebagai bangsa yang ramah,cinta damai,toleran dan bergotong-royong.
2.Landasan
Filosofis
A.Bangsa
Indonesia memiliki filsafat hidup pancasila.
b.Ketuhana
Yang Maha Esa.
c.Kemanusiaan
Yang Adil Dan Beradab.
d.Persatuan
Indonesia.
e.Kerakyatan
yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan.
3.Konteks
Krakter Bangsa
a.UUD
45 Pasal 30,31.
b.UU
No. 20 TH 2003 tentang Sidiknas.
4.Landasan Pedagogis
a.
Mewujutkan manusia indonesia seutunya, diperlukan suatu proses secara
terencana,terus-menerus dan kesenimbungan.
b.
Kehidupan berbangsa,bernegara dan bermasyarakat, perlu adanya warisan pengetahuan,nilai religi, dan sosial budaya.
c .Dalam pergaulan global,perlu mempertahankan
jati diri sebagai bangsa yang beragam, berdaulat dan bermartabat.
C.
Pisi,dan
Misi ISBD
1.Pisi ISBD
Berkembangnya
mahasiswa sebagai manusia terpelajar yang kritis,peka dan arif dalam memahami
keragaman dan kederajatan manusuia yang di landasi nilai-nilai estetika,
etikadan moral dalam kehudupan masyarakat.
2.Misi
ISBD
Memberikan
landasan dan wawasan yang luas serta menumbuhkan sikap kritis, pecan dan arif
pada mahasaiswa untuk memahami keragaman dan kederajatan manusian dalam
kehidupan masyarakat selaku indipidu dan makhluk sosia yang beradap serta
bertangung jawab terhadap sumber daya dan lingkungan.
D.
Ruang lingkup ISBD
Ada masalah yang dapat dipakai
sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruanglingkup pembahasan mata kuliah
ilmu sosial budaya dasar, dan untuk menjelaskan ruanglingkup tersebut,
sebnaiknya dipisahkan terlebih dahulu antara ISD dan IBD.
1.Adapun
ruang lingkup mata kuliah ISD yaitu:
a. Ada pelbagai aspek pada
pernyataan yang merupakan suatu masalah sosial, masalah sosial dapat di tanggapi
dengan pendekatan yang berbeda-beda oleh bidang-bidang pengetahuan keahlian
yang berbeda-beda pula, baik sebagai pendekatan sendiri, maupun gabungan
(antarbidang).
b. Adanya pelbagai
golongan dan kesatuan sosial, dalam masyarakat yang masing-masing mempunyai
kepentingan kebutuhan serta pola-pola pemikiran dan pola-pola tingkah laku
sendiri, tetapi memiliki banyak persamaan kepentingan, kebutuhan serta
persamaan dalam pola-pola pemikiran dan tingkah laku yang menyebabkan adanya
pertentangan maupun hubungan-hubangan setia kawan dan kerja sama dalam
masyarakat. ISBD meliputi dua kelompokutama: studi manusia dan masyarakat dan studi lembaga-lembaga sosial. Pertama terdiri atas
psikologi,sosiologi, dan antropologi sedangkan yang kedua terdiri atas ekonomi
dan politik. Sehingga dengan demikianbahan pembelqajaran ISD dapat dibedakan
dalam tiga pembahasannya yaitu:
1.Kenyataan-kenyataan sosia yang ada dalam
masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan masalah sosial tertentu.
Kenyataan sosial tersebut sering ditanggapi secara berbeda oleh para ahli
ilmu-imu sosial, karena adanya perbedaan lantar belakang disiplin ilmu atau
sudut pandangnya. ISBD menggunakan pendekatan interdisiplin/multidisiplin.
2.Konsep-konsep ssosial atau pengertia-pengertian tentang kenyataan
sosial yang dibatasi pada konsep dasar atau elementer yang sangat diperlukan
untuk konsep dasar semacam itu misalny konsep “keanekaragaman” dan konsep
“Kesatuan Sosial”.
Bertolak
dari dua konsep tersebut di atas, maka dapat kita pahami sadari dalam masyarakat
selalu terdapat:
a).Persamaan
dan perbedaan pola pemikiran dan pola tingkah laku, baik secara individual maupun
kelompok/golongan.
b).Persamaan
dan perbedaan kepentingan itulah yang menyebabkan sering timbulnya
pertentangan/konflik, kerja sama, dan setikawanan antarindividu/golongan.
3.Masalah-masalah sosial yang timbul dalam
masyarakat, biasanya terlibat dalam pelbagai kenyataan-kenyataan antara satu
dengan yang lainnya saling berkaitan.
Konsorsium
Antarbidang menetapkan bahwa perkuliahan ISB terdiri delapan poko bahasa.
a.Pelbagai
masalah kependudukan dalam hubungan dengan perkembangan masyarakat dan kebudayaan.
b.Masalah
individu, keluarga dan
masyarakat.
c.Masalah
pemuda dan sosialisasi.
d.Masalah
hubunngan antara warganegara dan negara.
e.Masalah
pelapisan sosial dan kesamaan masyarakat.
f.Masalah
masyarakat perkotaan dan masalah masyarakat pedesaan.
g.Masalah
pertentangan-pertentangan sosial dan integrasi.
h.Pemanfaatan
ilmu pengatahuan dan teknologi bagi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.
2.Ruang lingkup
kajian mata kuliah IBD (Ilmu Budaya Dasar), kedua masalah pokok itu adalah:
a. Pelbagai aspek kehudup yang seluruhnya
merupakan ungkapan malasalah kemanusiaan dan kebudaya yang dapat didekati
dengan mengunakan pengetahuan budaya baik dari segi masing-masing keahlian
(disiplin), dalam pengengetaghuan maupun dalam gabungan (antarabidang) pelbagai
displin dalam pengetahuan budaya.
b. Hakikat manusia yang satu atau unufersal, yang
beraneka ragaman perwujudnya dalaam kebudayaan masing-masing zaman dan tempat. Pokok-pokok bahasa yang dikembangkan adalah:
1.Manusia dan
Harapan
2.Manusia dan
Kegelisahan
3.Manusian dan
tangung jawab
4.Manusia dan
Pandangan Hidup
5.Manusia dan Cinta
Kasih
6.Manusia dan Keidahan
7.Manusai dan
Penderitaan
8.Manusia dan
Keadilan
Dari dalepan pokok bahasa itu termasuk
dalam karya-karya yang tercakup dalam pengetahuan budaya berwujud mengenai
cinta,misalnya terhadap dalam karya sastra, tarian, musik, filsafat dan lain-lainya
E.
Kesimpulan
Kesimpulan
4 (empat)
Dasar pentinya ISBD
1.
Landasan Historis
Memiliki warisan budaya dan
kebudayaan tinggi
2.
Landasan Filosofis
Bangsa indonesia memiliki
falsafat hidup pancasila
3.
Konteks karakter
bangsa
UUD 45 pasal 30,31
4.
Landasan pedagogis
Mewujudkan manusia indonesia
seutuhnya diperlukan suatu proses secara terencana terus-menerus dan
berkesenambungan.
Visi,Misi ISBD
1.Visi
ISBD
Berkembangnya mahasiswa sebagai manusia terpelajar yang
kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman dan kesejatraan manusia yang di
landasi nilai-nilai estetika, etika dan moral dalam kehidupan masyarakat.
2.Misi ISBD
Memberi landasan dan wawasan yang luas serta menumbuhkan
sikap kritis, peka dan arif pada mahasiswa untuk memahami keragaman dan
kesejtraan manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku makhluk individu dan
makhluk sosial yang beradaban serta bertanggung jawab terhadap sumber daya dan
lingkungan.
Ruang Lingkup ISBD
ISD: 1.Kenyataan-kenyataan sosial
2.Konsep-konsep
sosial
IBD: 1.Pelbagai aspek kehidupan
2.Hakikat manusia
yang yang satu atau universal.
BAB 2
MANUSIA DAN ILMU HUMANIORA

Kompentesi Dasar
Memahami manusi
sebagai makhluk berbudaya, beretika, dan berestetika.
A.
Kedudukan Manusia Sebagai Makhluk Tuhan
Perlu disadari bahwa setiap manusia itu pada hakikatnya
tidak mungkin terlepas dari “hidup intern
pribadi” dan “ektrens kehidupan
antarpribadi” tersebut merupakan cerminan bahwa manusia itu sebagai makhluk
individu sekaligus makhluk tuhan, sedangkan sedangkan kehidupan ektrens antara
pribadi merupakan cermina bahwa manusia itu sebagai makhluk sosial.
Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang Maha Esa.
Manusia didudukkan sesuai dengan kodrar, martabat, hak dan kewajibannya.
1.
Kodrat manusia
adalah keseluruhan sifat-sifat sah, kemauan atau bakat-bakat alami yang melekat
pada manusia, yaitu manusia sebagai makhluk pribadi, sekaligus makhluk sosial
ciptaan tuhan yang maha esa.
2.
Harkat manusia
artinya derajat manusia
3.
Martabat manusia artinya harga diri manusia
4.
Hak asasi manusia
adalah hak dasar yang dimiliki oleh setiap manusia sebagai anugrah dan tuhan
yang maha esa.
5.
Kewajiban manusia
artinya sesuatu yang harus di kerjakan oleh manusia.
Selanjutnya, manusia dibedakan oleh tuhan dari pelbagai
segi seperti panca indra, kemampuan berpikir dan sebagainya.
1.
Daya cipta,rasa dan
karsa
Dengan daya cipta setiap
manusia dapat menciptakan sesuatu yang lebih bermanfaat dengan rasanya dapat menikmati sesuatu yang
indah, dan dengan karsanya dapat pula Keinginan bermasyarakat
Melalui keinginan setiap
individu manusian dapat berinteraksi dengan warga masyarakat lainya.
2.
Segala potensi
sumber kekayaan alam
Manusia dapat memanfaatkan
segala potensi sumber daya alam yang di sediakan oleh tuhan.
Dengan demikian, dapat di simpulkan bahwa manusia sebagai
makhluk individu yang sudah dewasa
memiliki konsekuesi tertentu, seperti.
1.
Merawat diri bersih
rapi, sehat dan kuat.
2.
Hidup mandiri atau
berdikari
3.
Berkepribadian baik
dan luhur
4.
Merpertangung
jawabkan perbuatannya
B.
Fungsi Akal daN Budi Manusia
Akal adalah kemampuan pikir
manusia sebagai kodrat alam di miliki manusia. Berpikir adalah perbuatan
opersianal yang mendorong untuk aktif perbuatan demi kepentingan dan
peningkatan manusia. Fungsi akal adalah untuk berpikir. Manusia mempunyaai
fungsi mengingatkan kembali apa yang telah diketahui sebagai tugas dasarnya
untuk memecahkan masalah dan akhirnya membentuk tingkah laku.
Budi dalam bahasa sansekerta
berati akal. Budi diartikan sebagai batin manusia, paduan akal dan perasaan
yang dapat menimbang baik dan buruknya segala sesuatu. Budi adalah akal yang
merupakan unsur rohani dalam kebudayaan. Budi artikan sebagai batin manusia,
paduan akan dan perasaan yang dapat menimbangkan baik buruk segala sesuatu .
Jadi, jelas bahwa fungsi akal
dan budi manusia adalah menunjukan martabat manusia dan kemanusiaan sebagai
pemegang amanah makhluk tertinggi di alam raya ini. Didalamnya juga termasuk
artafek dan pelbagai kontruksi proporsi kompleks yang tereksprasikan dalam
sistem simbol yang kemudian terhimpunkan dalam bahasa.
1.
Akal, inteligensia dan intuisi
Dengan kadar
inteligensia yang di miliki manusia maupu belajar sehingga menjadi cerdas,
memiliki pengetahuan dan mampu menciptakan teknologi.
2.
Perasaan dan emosi
Perasaan adalah kemampuan psikis yang di miliki seseorang
baik berasal dari rangsangan di dalam atau di luar dirinya, emosi adalah rasa
hati, sering terbentuk perasaan yang kuat, yang dapat menguasai seseorang
tetapi tidak berlangsung lama.
3.
Kemauan
Kemauan adalah kegiatan, hendak
untuk berbuat atau tidak berbuata sesuatu.
4.
Fatansi
Fantasi adalah paduan unsur
pemikiran dan perasaan yang ada pada manusia untuk menciptakan kreasi baru yang
dapat di nikmati.
5.
Prilaki
Prilaku adalah tabiat atau
kelakuan, merupakan jati diri seseorang di warnai oleh faktor lingkungannya.
Ada hubungan
dialektika antara manusia dan kebudayaan. Kebudayaan adalah produk manusia,
namun manusia sendiri adalah produk kebudayaan. Dalam karangka ini proses
pembudayaan dapat di lihat sebagai hubungan antara satu budaya dengan budaya
lainya. Peter L. Berger menyambutnya sebagai dialektika fundamental yang
terdiri dari tiga tahapa yaitu:
1.
Tahap eksternalisasi
2.
Tahap okjektivitas
3.
Tahap internalisasi
Manusian makhluk budaya adalah mencipta kebudayaan.
Kebudayaa adalah ekspresi eksistensi manusia di dunia.
C. Pengertian Budaya dan Kebudayaan
1. Pengertian
Kebudayaan
Kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta “buddhayah” yang merupakan bentuk jamak
dari kata “buddhi” yang berarti budi
atau akal. Dengan demikian kebudayaan di artikan sebagai “hal-hal yang bersangkutan
dengan budi atau akal”.
2. pengertian Budaya
Budaya secara
harfiah berasal dari bahasa latin, yaitu colere yang memiliki arti yang
mengerjakan tanah, mengolah, memelihara ladang.
3.
Pengertian Adat Istiada
Yang dimaksud
dengan adat istiadat adalah aneka kelaziman dalam suatu negri yang mengikuti
pasangan naik dan pasangan surut sutuasi masyarakat.
4.
Pengertian Kebiasaan
Tradisi (bahasa
Latin:tradition,”diteruskan”) atau
kebiasaan, dalam pengertian yang penting sederhana adalah suatu yang telah
dilakukan untuk sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok
masyarakat, waktu, atau agama yang sama.
D.Wujud
dan Nilai Kebudayaan
1. Wujud nilai kebudayaan sebagai kompleks dari ide-ide
gagasan, nilai, norma peraturan dan
sebagainya.
2. Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas
serta tindakan berpola dari manusia dalam
masyarakat.
3. Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya
manusia.
E. Orientasi
Nilai Budaya
Nilai kebutuhan yang ditanamkan oleh setiap budaya yang
ada di dunia.
1.
Hakikat Hidup
a.
Hidup itu buruk
b.
Hidup itu baik
c.
Hidup bisa buruk
dan baik, tetapi manusia tetap harus bisa
d.
Hidup adalah pasrah
kepada nasib yang telah ditentukan.
2.
Hakikat Karya
a.
Karya itu untuk
menafkahi hidup
b. Karya itu kehormatan
3.
Persepsi manusia
tentang waktu
a.
Berorientasi hanya
kepada masa kini.
b.
Orientasi masa lalu
c.
Orientasi masa
depan
4.
Pandangan Terhadap
Alam
a. kepada alam yang dasyat
b. Manusia berusaha menjaga kelarasan dangan
alam
c. berusaha menguasai alam
5. Hubugan
Manusia dangan Manusia
a. Orientasi kolateral
b. Orientasi vartikal
c. Individualisme
F. Perubahan
Kebudayaan
Perubahan kebudayaan adalah suatu keadaan dalam
masyarakat yang terjadi karena tidak sesuaian diantara unsur-unsur kebudayaan
yang saling berbeda sehingga tercapai keadaan yang tidak selares fungsinya bagi
kehidupan.
1. Mendorong perubahan kebudayaan
2. Menghabat perubahan kebudayaan
a. Faktor intern
1. Perubahan Demokratis
2. Konflik Sosial
3. Bencana Alam
4. Perubahan Lingkungan Alam
b. Faktor ekstern
1. Pandangan
2. Penyebaran
3. Peperangan
G.Tahap-tahap Kebudayaan
Imu antropologi, “kebudayaan” adalah keseluruhan sistem
gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam kehidupan masyarakat yang
kajiakan memilik diri manusian dengan belajar.
1.
Tiga Tahap kebudayaan
a. Tahap pemikiran mistis
b. Tahap pemikiran ontologis
c. Tahap pemikiran fungsional
2.
Seni Sebagai Bentuk Mimesis
Pada tahapan pemikiran mimesis, tekepung oeleh
kekuatan-kekuatan gaib sekitarnya, yaitu kekuasaan dewa-dewa alam raya akan
kekuasaan kesuburan, seperti dipentaskan dalam mitologi-mitologi bangsa-bangsa
primitif.
3.
Seni Sebagai Bentuk Ekspresi
Ekspresi, dalam bahasa inggri adalah
expresssion yang diartikan sebagai “action
of manifesting a feeling”, atau tindak mewujudkan persamaan.
4.
Seni Dalam Konsep Fungsional
Dalam konsep fungsianal adalah sikap dan alam
pikiran yang makin tampak pada manusia modern, yang mana tidak lagi terpesona
oleh lingkungannya (sikap mitis), dan
tidak lagi dengan kepala dingin mengambil jarak dengan objek penyelidikannya
(sikap ontologis), namun manusia
ingin mengadakan relasi-relasi baru, suatu kebertautan yang beru terhadap
segala sesuatu dalam lingkungannya.
H. Proses
Pembudayaan Budaya
1. Proses Belajar Budaya
a. Proses
Internalisasi
b. Proses
Sosialisasi
c. Proses
Enkulturasi
2. Proses
Pengembang Budaya
a. Cultural Evolution
b. Diffusion Process
c. Alculturalition Process
d. Assimilation Process
e. Innoation
f. Discovery and Invation
I.
Kesimpulan
BUDAYA
Wujud nilai
budaya
Tiga tahap
kebudayaan
Tahap
pemikitan mitis
Tahap
pemikiran antologis
Tahap pemikiran fungsional
BAB 3
MANUSIA
MAKHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL
Kompentesi Dasar:
Memahami
hakikat manusia sebagai makhlik individu dan sosial, dinamika interaksi sosial
A.
Manusia Sebagai Makhluk Individu
Manusia atau orang dapa diartikan berbeda-beda dari segi
biologis, rohani dan istilah kebudayaan, atau secara sampurna seacara biologis
manusia diklafikasikan sebangai homosapie (bahasa latin manusia yang tahu)
sebuah spesie primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan
tinggi.
1.
Manusia Menurut Agama Islam
Manusia dalam Al-Qur-an, manusia di panggil dengan
beberapa istilah antara lain al-insaan,
al-naas, al-abd, dan bani Adam dan sebagainya.
a.Jasad
b.Roh
Dalam diri manusia Roh
berfungsi untuk:
1.
Membawa dan meneri
wahyu
2.
Menguatkan iman
c.Nafs
1.Nafs Al-amarah
2.Nafs Al-lawwamah
3.Nafs
Al-muthmainaah
B. Manusian
Sebagai Makhluk Sosial
Manusia adalah makhluk yang salah berinteraksi dengan
manusia.
1.
Karakteristi Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Telah
berbeda-beda konsep manusia sebagai makhluk sosial atau ada yang
menitikberantakan pada pengaruh masyarakat yang berkuasa kepada individu.
a.
Tekana emosional
b.
Harga diri yang
rendah
c.
Isolasi sosial
2.
Kedudukan Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Manusia
sebagai makhluk sosil artinya manusia sebagai warga masyarakat.
3.
Pengembanga Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Didalam
kehidupanya, manusia tidak hidup dalam kesendirian.
C. Mnusia Sebagai
Makhluk Tuhan
Tuhan dipahami sebagai zat mahakusa dan asas dari suatu
kepercayaan.
1.
Hakikat Manusia Sebagai Makhluk Tuhan
a.
Kodrat manusia
b.
Hakikat manusia
c.
Martabat manusia
d.
Hak asasi manusia
e.
Kewajiban manusia
2.
Konsep Sosial Dalam Islam
Konsep
manusia dalam islam dapat dilihat dalam Al-Mu’nimun (23):12-14.
a.
Roh
b.
Hati
c.
Potensi manusia
d.
Nafas
3.
Tanggung Jawab Mausia Sebagai Makhluk Tuhan
Tanggung
jawab menur kamus umum bahasa indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala
sesuatunya.
a.
Mengabdikan diri
kepada tuhan dengan beriman melakukan amal soleh mengigati syanat yang
ditetapkan oleh agama.
b.
Mesyukuri nikmat
yang telah dikaruniakan kepada semua.
c.
Beribadah kepada
tuhan yang maha esa sesuai dengan keyakinan dan kepercayaan yang di anut
masing-masing.
d.
Melaksanakan segala
pemerintahnya serta berusaha menjauhi atau meninggalkan segala apa yang
dilarang oleh tuhan yang maha esa.
e.
Menuntut ilmu dan
menggunakannya untuk kebijakan (kemaslahatan) untuk manusia sebagai bekal
kehidupan didunia maupun di akhirat kelak.
D.
Kesimpulan
Manusia
Makhluk
individu
Makhluk
sosial
Makhluk
tuhan
BAB 4
MANUSIA DAN PERADABAN
Kompetensi Dasar:
Memahami hakikat manusia dan peradaban, dan dinamika
peradaban global.
A.
Pengertian Adab dan Peradaban
Manusia merupakan makhluk yang mempunyai akal,
jasmani dan rohani. Melalui akalnya manusia di tuntut untuk berpikir
menggunakan akalnya untuk menciptakan sesuatu yang berguna dan bermanfaat bagi
dirinya sendiri maupun untuk orang lain.
B. Masyarakat
Mandani
Masyarakat mendani dipidiksi sebagai
masyarakat yang berkembang sesuai dengan potensi budaya, adat istadat dan
agama.
Dalam masyarakat mendani memiliki
krakteriaristik tersendiri yaitu:
1. Free public
sphere (ruang publik yang bebas)
2. Demokratisasi
3. Toleransi
4. Pluralisme
5. Keadilan sosial
6. Partisipasi sosial
7. Sumpremasi hokum
C. Tradisi dan
Modernisasi
Tradisi (bahasa Latin: tradition, “diteruskan”) atau kebiasaan dalam pengertian yang
paling sederhana adalah sesuatu yang dilakukan sejak lama dan menjadi bagian
dari kehidupan suatu kelompok masyarakat, biasanya dari suatu negara budaya,
waktu atau agama yang sama.
Ciri modernisasi
1.
Kebutuhan dan ajang
persaingan kebutuhan manusia
2.
Kemajuan teknologi
dan industrialisasi, individualisasi, sekularisasi, diferensiasi dan
akturalisasi
3.
Medernisasi banyak
memberikan kemudahan bagi manusia.
4.
Berkat kerja,
hampir semua keinginan manusia terpenuhi
5.
Melahirkan teori
baru
6.
Mekanisme
masyarakat berubah menuju perinsip dan logika ekonomi serta orientasi kebendaan
yang berlebihan kehidupan seseorang perhatian relegiusnya di curahkan untuk
berkerja dan menumpuk kekayaan.
D.
Peradaban dan Prolematika
Peradaban
adalah sebuah istlah yang digunakan untuk menyebutkan bagian-bagian atau unsur
kebudayaan yang di anggap halus indah dan maju.
BAB 5
MANUSIA
KERAGAMAN DAN KESETARA
Kompotensi Dasar
Memahami hakikat
manusia, keragaman dan kesetaraan dalam dinamika sosil budaya
A.
Unsur-unsur Keragaman
Keragaman berasal dari kata ragam yang
menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya:
1.
Tingkah laku
2.
Macam jenis
3.
Lagu /musik:
langgam
4.
Warna: corak: :ragi
5.
Laras (tata bahasa)
Keragaman sudah menjadi fakta sosial
dan fakta sejarah kehidupan.Unsu-unsur keragaman
1.
Suku bangsa dan ras
2.
Agama dan keyakinan
a.
Berfungsi
endukatif: ajaran agam secara hukum berfungsi menyeluluruh dan melarang.
b.
Berfunsi menyelamat
c.
Berfungsi sebagai
perdamaian
d.
Berfungsi sebagai
sosial kontrol
e.
Berfungsi sebagai
mumpuk sara solidaritas
f.
Berfungsi
transformatif
g.
Berfungsi
sublimatif
B. Hakikat
Keragaman dan Kesetaraan Manusia
Keragaman berasal
dari kata ragam. Keragaman menunjukan adanya banyak macam, banyak jenis,
keragaman manusia dimaksudkan bahwa setiap manusia memiliki peradaban-peradaban
itu ada kareana manusia adalah makhluk individu dan setiap individu memiliki
ciri-ciri khas sendiri.
Berdasarkan Kamus
Bahasa Indonesia kata ragam berati:
1. Sikap, tinggkah laku, cara
2. Macam, jenis
3. Musik, lagu laggam
4. Warna, corak
5. Laras (tata bahasa)
C.
Pelapisan Sosial dan Persamaan Derajat
1.
Pengertian Pelapisan Sosial
Kata
strantification berasal dari kata
sentarum, jamak strata yang berati lapisan. Lapisan-lapisan sosial yaitu:
a. Ukurun kekayaan
b. Ukuran kekuasaan
c. Ukuran kehormatan
d. Ukuran ilmu pengetahuan
2.
Pengertian Persamaan Derajat
Kesamaan derajat adalah suatu sifat yang
menghubungkan antara manusia dan lingkungan masyarakat umumnya timbal-balik,
maksudnya orang sebagai warga masyarakat memiliki hak dan kewajiban, baik
terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintah dan negara.
a. UUD 1945 Tentang Persamaan Hak
b. Pokok Hak Asasi Dalam UUD 1945 Pasal 4
1. Hak asasi pribadi
2. Hak asasi politik
3. Hak asasi ekonomi
4. Hak asasi budaya
a. Hak hidup
b. Hak kebebasan
c. Hak memilik
c. Pelbagia instrumen HAM di indonesia
a. Pembukaan UUD 1945
b. Batang Tubuh UUD 1945
D.
Kemiskinan Sebagai Masalah Sosial
Indonesia
merupakan negara yang mempunyai penduduk yang sangat padat terutama di
kota-kota besar. Dengan jumlah penduduk yang sangat padat tersebut, membuat
indonesia banyak mengalami masalah sosial.
Masalah-masalah
sasial ada 4 yaitu:
1. Faktor ekonomi
2. Faktor budaya
3. Faktor biologi
4. Faktor psikologi
1.
Kemiskina Karena Angka Kelahiran yang Tinggi
Kelompok masyarakat yang tidak maju lebih
sering dan cendrung disebut kaum miskin yang sarat dengan kemiskinan.
2.
Kemiskina Karena Menutupi Diri dari Pengaruh Luar
Tatanan serta keteraturan suatu komunitas
masyarakat di suatu daerah merupakan warisan secara turun-menurun.
3.
Kemiskinan
Karena Korban Ketidakadilan Para Pengusaha
kemajuan sebagai masyarakat global termaksuk
Indonesia yang mencapai erat teknologi industry menarik masyarakat agar mencapai
keturunan.
4.
Kemiskinan
Karena adanya Pembiaran-pembiaran yang Dilakukan Oleh Penguasa dan Pengusaha
Sutuasi dan kondisi kehidupan komunitas
masyarakat (mereka yang tersisih dan tertinggal) miskin diperparah lagi dengan
tanpa kesepakatan memperoleh pendidikan, tingkat kesehatan rendah, serta
pelbagian keterbatasan dan ketidakmapuan lainya.
5.
Mereka
Menjadi Miskin Karena Manajemen Keluarga yang Buruk
Pada
umumnya masyarakat (kota dan desa) ada orong-orang yang dikata gorikan sebagai
orang kaya.
E.
Peranan
Pemerintah, Masyarakat, dan Keluarga dalam Perkembangan Anak yang Berasal dari
Keluaga Miskin
Kemiskina merupakan mesalah sosial yang lumrah
terjadi di setiap negara, terutama di negara-negara dunia ketiga. Pada umumnya
kemiskinan dapat disebabkan oleh hal-hal struktural dan kultural.
1. Peranan Pemerintah
Pemerintah
merupakan lembaga yang sangat berpran dalam memberatas kemiskinan.
2. Peranan Masyarakat
Local
widom atau kearifan lokal yang ada dalam masyarakat dapat berperan dalam
engembangkan
secara optimal anak dari keluarga miskin agar menjadi SDM yang handal.
3. Peran Keluarga
Keluara merupakan factor yang paling
berperan dalam perkembangan seorang anak menjadi SDM yang optimal.
BAB 6
MANUSIA MORALITAS DAN
HUKUM
Kompetnsi Dasar:
Memahami
hakikat, fungsi nilai, moral dan hokum dalam upaya mendapatkan keadilan,
ketertiban dan kesejatraan masyarakatan.
A.
Etika
dan Moral
Etika merupakan ilmu pengetahuan yang
berhubungan dengan upaya menentukan perbuatan yang dilakukan manusia untuk di
katakana baik atau buruk, dengan kata lain aturan atau pola tingkah laku yang
di hasilkan oleh akal manusia.
1.Etika Deskriptif
Etika
yang menelaah secara kritis dan rasional tentang sikap dan prilaku manusia,
serta apa yang di kejarkan oleh setiap orang dalam kehidupan sebagai suatu yang
bernilai.
2.Etika Normati
Etika
yang meetapkan pelbagai sikap dan prilaku yang ideal dan seharusnya dimiki oleh
manusia dan apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan yang akan
bernilai dalam hidup ini.
B. Manusia dan Moralitas
Berbicara
tentang manusia dan moralitas, dalam Kamus Bahasa Indonesia apa definisi
tentang moralitas. Moralitas berate budi pekerti, sopan, santun, adat
kesopanan.
C. Manusia dan Agama
Agama memberikan penjelasan bahwa
manusia adalah makhluk yang memiliki potensi yang memiliki akhlak baik (takwa)
atau buruk (fujur) potensi fujur akan senatiasa eksis dalam diri manusia karena
terkait dengan aspek instink, naluriah, atau hawa nafsu, seperti naluri makan /
minum, seks berkuasa dan rasa aman.
C.
Hukum dan Moralitas
Achmad Ali masyarakat hukum adalah
seperangkat norma tentang apa yang benar dan apa yang salah, yang dibuat dan
diakui eksistensinya oleh pemerintah yang diungkapkan baik dalam aturan
tertulis (peraturan) maupun yang tidak tertulis mengikat dan sesuai dengan
kebutuhan masyarakatnya secara keseluruhan dan dengan ancaman sanksi bagi
pelanggar aturan tersebut.
1.
Kemaslahatan jiwa
2.
Kemaslahatan akal
3.
Kemaslahatan keturunan
4.
Kemaslahatan harta
5.
Kemaslahatan agama
1.
Potret
Hukum dan Moralitas Bangsa Indonesia
Hukum
tidak dapat dipisahkan dari aspek moral, apa bila hukum belum secara konkret
mengatur, sedangkan moralitas telah menuntut untuk ditranformasikanoleh karena
itu, moralitas haruskah diutamakan. Hukum bukanlah suatu tujuan. Hukum itu
sendiri diciptakan untuk mencapai tujuan yang luhur, yakni keadilan,
kebahagiaan dan kesejtraan rakyat.
2.
Hukum
dan Moral, Sebuah Seruan Etis
Hubungan
antara hukum dan moral sangat erat sekali, ada papatah Roma mengatakan “Apa artinya undang-undang kalau tidak
disertai dengan moralitas?”. Dengan demikian hukum tidak akan berate tampa
di awali dengan moralitas, hukum akan kosong tampa moralitas.
a.
Hukum lebih
dikodifikasikan
b.
Hukum dan moral
mengatur tingkah laku manusia
c.
Sanksi yang mengatur
atau yang berkaitan dengan hukum berada dengan sanksi yang terkait dengan
moralitas.
d.
Hukum didasarkan atas
kehendak masyarakat akhirnya atas kehendak negara.
3.
Promlem
Moral Penegakan Hukum
Menurut
Thomas Koten mengemukan sosok hukum lebih dipakai sebagai alat pemenuhan kepentingan
orang-orang kuat secara politik dan ekonomi dari pada sebagai jalan terciptanya
keadilan yang memberikan ruang bagi kesejatraan rakyat dan mematrikan keagungan
negara sebagai negara hokum
BAB 7
MEMEMANUSIAKAN MANUSIA
Kompetensi Dasar
Memahami
hakikat manusia dengan segala sifatnya sehingga terciptanya manusia dengan
kehidupan sang pencipta.
A. Manusia
dan Keadilan
Keadilan
adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik
menyankut benda atau orang. Menurut sebagian besar teori, keadilan memiliki
tingkat kepentingan yang besar.
1. Teori Keadilan Menurut
Aristoteles
Dalam teorinya, Aristoteles mengemukakan lima jenis perbuatan
yang dapat digolongkan adil. Kalimat jenis keadilan yang dikemukakan Aristoteles
adalah sebagai berikut:
a.
Keadilan komutatif
b.
Keadilan distributif
c.
Keadilan kodrat alam
d.
Keadilan konesional
e.
Kaedilan menurut teori
perbaikan
2. Teori Keadilan Menurut
Plato
Dalam artinya, plato mengemukan dua jenis keadilan, kedua jenis
keadilan itu adalah:
a.
Keadilan moral
b.
Keadilan procedural
3. Teori Keadilan Menurut
Thomas Hobbes
Suatu
perbuatan dikatakan adil apabila telah didasarkan pada perjanjian yang telah
disepakati.
a.
Keadilan komunati
b.
Keadilan distributive
c.
Keadilan legalis
B. Manusia dan Cinta Kasih
Menurut
Kamus Bahasa Indonesia W.J.S Poerwa Darminta. Cinta adalah rasa sangat suka
atau rasa sayang ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya.
Cinta bias dibina secara baik
apabila ada 4 (empat) unsur yaitu
1.
Pengusaha
2.
Tanggung jawab
3.
Perhatian
4.
Pengenalan
C. Manusia dan Penderitaan
Penderitaan
adalah basahas yang sering kita dasar. Penderitaan berasal dari kata derita.
Kata derita berasal dari bahsa sansekerta yang artinya menahan atau menanggung.
1.
Penderitaan yang muncul
karena perbuatan buruk manusia
2.
Penderitaan yang mucul
karena suatu penyakit/siksaan
D. Manusia dan tanggung
jawab
Pada
dasarnya manusia dan tanggung jawab itu berada dalam satu naungan atau
berdampingan.
1.
Tanggung jawab terhadap
diri sendiri
2.
Tanggung jawab terhadap
keluarga
3.
Tanggung jawab terhadap
masyarakat
4.
Tanggung jawab terhadap
bangsa/negara
5.
Tanggung jawab tehadap
tuhan
E. Manusia dan Pandangan
Hidup
Setiap
manusia di dunia ini tentu mempunyai pandangan hidupnya masing-masing yang
pernah di siapkan secara rinci sejak dini agar dapat terlaksana sesuai dengan
harapan pada waktu yang tepat .
Langkah-langkah pandangan hidup yang
baik yakni
1.
Mengenal
2.
Mengerti
3.
Menghayati
4.
Meyakini
5.
Mengabdi
F. Manusia dan Kegelisahan
Kegelisahan
berasal dari kata “gelisa” . Gelisah artinya rasa yang tidak tenteram di hati atau merasa selalu khawatir, tidak dapat
tenang (tidurnya), tidak sabar lagi (menanti), cemas dan sebagainya.
Tntang perasaan kegelisahan
membedakanya menjadi tiga macam yaitu:
1.
Kegelisahan objektif
(kenyataan)
2.
Kegelisahan nourotik
(saraf)
3.
Kegelisahan moral
G. Manusia dan Harapan
Harapan
berasal dari kata harap yang berati keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga
harapan berate sesuai dengan yang di inginkan dapat terjadi.
Adapun sebab-sebab msnusia
membutuhkan harapan diantaranya adalah:
a.
Dorongan kodrat
Kodrat adalah sifat,
keadaan, pembawaan ilmiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia
itu diciptakan oleh tuhan, misalnya menangis, bergembira, berpikir, berjalan,
berkata dan lain-lainnya.
b.
Dorongan kebutuhan
hidup
Sudah kodrat pula bahwa
manusia mempunyai bermacam-macam keburtuhan hidup, kebutuhan hidup itu pandang
garis besarnya dapat dibedakan atas: kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani.
BAB 8
MANUSIA, SAINS,
TEKNOLOGI DAN SENI
Kompetensi Dasar
Memahami
hakikat dan makna sains, teknologi, dan seni dan dampak permanfaatan teknologi
di Indonesia.
A.
Pengertiaan Sains
Sains
bermula timbul dari rasa ingin tahu manusia, dari rasa keingintahuan tersebut
membuat manusia selalu mengamati terhadap gejala-gejala alam yang mencoba
memahaminya. Sains bermula dari bahasa asing “ science” yang berate saya tahu.
B.
Pengertian
Teknologi
Teknologi
sebenarnya berasal dari bahasa Prancis, yaitu “La Teknique” yang dapat di artikan dengan “semua proses yang
dilaksanakan dalam upaya untuk menunjukan suatu secara rasional”.
Adapun
tiga macam teknologi yang sering dikemukakan oleh para ahli yaitu:
1.
Teknologi modern
2.
Teknologi madya
3.
Teknologi tradisional
C.
Manusia
Sebagai Subjek dan Objek IPTEK
Kemajuan
teknologi adalah sesuatu tang tidak biasa kita hindari dalam kehidupan ini,
karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu
pengetahuan.
1.
Dalam bidang pertanian
2.
Pengolahan lahan
3.
Pengolahan hutan
4.
Pengolahan air
5.
Pengolahan udara
6.
Dalam bidang kedokteran
dan kesehatan
7.
Dalam bidang
telekomunikasi
8.
Dalam bidang pertahan
dan keamanan
D.
Bermanfaat
dan Penyalahgunaan IPTEK
Kemajuan
teknologi adalah suatu yang tidak dapat kita hindari dalam kehidupan ini,
karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu
pengetahuan.
1.
Bidang informasi dan
komunikasi
2.
Bidang ekonomi dan
industry
3.
Bidang sosial dan
budaya
4.
Bidang pendidikan
5.
Bidang politik
E.
Karya
Satra dan Seni Dalam IBD
IBD
adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian
umum tentang konsep-konsep yang di kembangkan untuk mengaji masalah-masalah
dalam kebudayaan. Dan secara kasarnya ia boleh dikatagorikan kepada dua
kategorikan yang besar menurut bentuk bahasa yang digunakan, yakni
BAB
9
MANUSIA DAN LINGKUNGAN
Kompetensi Dasar
Memahami
hakikat dan makna lingkungan bagi kesejahteraan
A. Manusia Sebagai Makhluk
Hidup
Telah
merupakan pendapat psikologis modern manusia selain merupakan makhluk biologis
yang sama dengan makhluk hidup lainnya, adalah juga makhluk yang mempunyai
sifat-sifat tersendiri yang berbeda dengan makhluk dunia lainnya.
1.
Cirri-ciri
Manusia Sebagai Makhluk Hidup
a. Tubuh
manusia
1. Kepala
2. Leher
3. Batang
tubuh
4. Anggota
gerak atas
5. Anggota
gerak bawah
b. Terdapat
protoplasma
c. Mempunyai
bentuk dan ukuran
d. Melakukan
aktivitas-aktivitas kehidupan
1. Makan
2. Metabolism
3. Tumbuh
dan berkembang
4. Reproduksi
5. Melakukan
adaptasi
6. Bergerak
7. Memiliki
sistem transport
8. Peka
terhadap rangsangan
9. Memiliki
sistem regulasi
10. Ekskrasi
2.
Sifat-sifat
Manusia Sebagai Makhlik Hidup
a. Ikatan-ikatan
biologis
b. Makhluk
adalah suatu hidup
c. Sistem
energi yang dinamis
d. Pertumbuhan
yang mengikuti pola tertentu
e. Pengaruh
proses pemetangan tehadap tingkah laku
3.
Manusia
Sebagai Makhluk Sosial
Didalam kehidupan, manusia tidak
hidup dalam kesendirian. Manusia memiliki keinginan untuk bersosialisasi dengan
sesama ini merupakan salah satu kodrat manusia adalah selalu inggin berhubungan
dengan manusia lain.
B.
Pengertian
Lingkungan
Lingkungan adalah kobinasi antara
kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air,
energi, surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh diatas tanah maupun
didalam lautan, dengan kelembangan yang meliputi ciptaan manusia serta
keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut.
Lingkungan terbagi menjadi dua yaitu
biotik dan abiotik dapat dijelaskan sebagai berikut:
1.
Komponen biotik
(komponen makhluk hidup) misalnya binatang, tumbuh-tumbuhan dan mikroba.
2.
Komponen abiotik
(komponen benda mati) misalnya, air, udara, tanah dan energy
C.
Manusia
dan Ligkungan Hidup
Manusia mendapatkan unsure-unsur
yang diperlukan dalam hidupnya dari lingkungan. Makin tinggi kebudayaan
manusia, makin beraneka ragam kebutuhan hidupnya.
1. Lingkungan
alam
2. Lingkungan
sosial budaya
3. Hakikat
manusia sebagai objek dan subjek lingkungan
D.
Jumlah
penduduk dan Lingkungan Hidup
Kehidupan manusia tidak dapat
dilepaskan dari alam misalnya:
1. Kesediaan
air bersih
2. Ketersediaan
pangan
3. Kesediaan
lahan
4. Ketersediaan
udara bersih
5. Ketersediaan
pencemaran lingkungan
E.
Kerusakan
Alam dan Lingkungan
Kehidupan manusia tidak bias
dipisahkan dari lingkungannya. Baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial.
1. Bentuk
kerusakan lingkungan hidup akibat peristiwa
Dampak
rusaknya lingkungan hidup telah banyak melanda Indonesia
a. Letusan
gunung berapi
b. Gempa
bumi
c. Angin
topan
2. Kerusakan
lingkungan hidup karena factor manusia
Manusia
sebagai penguasa lingkungan hidup di bumi berperan besar dalam menentukan
kelestarian lingkungan hidup.
Beberap
bentuk kerusakan lingkungan hidup ksrena dfaktor manusia, antara lain :
a. Terjadinya
percemaran
b. Terjadinya
banjir
c. Terjadinya
tanah longsor
DAFTAR PUSTAKA
Albani Nasution,Muhammad Syukri.,dkk.2015.Ilmu Sosial Budaya Dasar.jawa tengah :PT
Raja Grafindo Persada